dpurevillage

dpurevillage

Thursday, August 1, 2013

Tips Sederhana untuk Membuat Dapur Kecil Tampak Luas

Dapur merupakan ruang yang paling sering digunakan di rumah. Karena kendala ruang yang terbatas, dapur makin terlihat sempit dan tak jarang berantakan.

Ada kiat untuk membuat dapur kecil terlihat lebih luas dan tetap mudah dibersihkan. Dikutip dari situs homeandproperties.co.uk, kami bagi tipsnya untuk Anda.

Pertama, gunakan lemari penyimpan berwarna putih polos tanpa pegangan (handle), sehingga lemari tersebut menyatu dengan dinding dan menyebarkan cahaya dari luar ke seluruh dapur. Penambahan cermin di pintu lemari akan lebih membuat dapur terkesan lebih luas.

Kedua, lantai yang berpola juga mampu memperbesar proporsi ruangan. Gunakan lantai tegel atau keramik dengan pola standar atau pola hias sesuai keinginan Anda.

Selain membuat ruang terkesan lebih besar, lantai berpola ini sudah memiliki lapisan yang membuatnya mudah dibersihkan dan mampu meredam panas.


Sumber: Rumah.com

Punya Rumah Mungil Ternyata Banyak Untungnya


Ilustrasi
Memiliki rumah mungil tidak selalu membawa kesengsaraan, terutama bagi Anda yang tahu bagaimana cara menikmatinya. Jika dirawat dengan baik, rumah mungil yang bersih, sehat, dan nyaman bisa menjadi surga buat penghuninya.Dirangkum dari laman freshome.com, berikut keuntungan-keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan memiliki rumah berukuran kecil.

Hemat Uang
Rumah kecil tidak membutuhkan furnitur yang banyak, karena jika terlalu banyak furnitur, rumah Anda justru akan terlihat sumpek. Dengan tidak banyak membeli furnitur maka Anda dapat menghemat uang.

Bebas Stres
Rumah berukuran kecil bisa menghindarkan rasa stres terutama saat datang waktunya beres-beres dan bersih-bersih rumah. Jika rumah Anda berukuran besar, maka pikiran Anda sudah tersita untuk mengatur waktu kapan gilirannya membersihkan bagian-bagian dari rumah, dan bisa jadi Anda stres duluan sebelum mengerjakannya.

Hemat Energi
Rumah mungil akan membutuhkan listrik dan air yang tidak banyak. Energi Anda ketika membersihkan rumah pun tidak akan terkuras.

Pergi Tanpa Was-was
Keuntungan ini akan sangat terasa khususnya saat Anda mudik lebaran nanti. Anda akan tenang meninggalkan rumah mungil Anda di bawah pengawasan petugas keamanan lingkungan, karena tidak membutuhkan energi yang berlebih dalam mengawasinya.

Memunculkan Kreativitas
Dengan luas ruangan yang terbatas, maka Anda dipaksa untuk menciptakan kreasi unik dan fungsional untuk menciptakan ruangan yang nyaman. Contohnya Anda akan dapat berkreasi membuat tempat penyimpanan alternatif, atau Anda akan berkreasi menciptakan tempat tidur anak yang menyatu dengan meja belajarnya.

Jadi, masih ingin punya rumah megah?


Sumber: Rumah.com

Sunday, May 26, 2013

Strategi Cicil Rumah dengan Gaji Kecil


Memiliki rumah sendiri merupakan idaman baik Anda yang sudah berkeluarga maupun tidak. Dengan rumah sendiri, Anda mengurangi ketergantungan Anda dengan orang tua atau mungkin dengan kerabat Anda juga. Tentu ketika Anda ingin membeli rumah butuh pengorbanan yang besar. Terutama tentang dana awal dan cicilan tiap bulannya.

Mencicil rumah tidak harus mempunyai gaji yang besar, namun apabila penghasilan Anda hanya Rp. 3 juta bukanlah penghasilan yang kecil loh untuk sebagian orang. Dengan penghasilan sebesar itu sepertinya memungkinkan saja jika Anda berkeinginan untuk mengkredit rumah. Nah, sekarang berapa besaran nilai rumah yang Anda inginkan? Dengan asumsi, cicilan per bulannya harus kurang dari Rp 1 juta per bulan. Ini adalah perhitungan kasar saja dimana memang batas maksimum cicilan yang dapat Anda lakukan adalah sebesar 30 persen dari besarnya penghasilan yang Anda peroleh setiap bulannya. Kami sarankan kepada Anda untuk mengambil jangka waktu yang panjang yaitu sekitar 15 tahun agar juga bisa sesuai dengan besarnya cicilan yang Anda sanggupi.

Dengan penghasilan yang Anda peroleh selama ini tentunya ada pengeluaran lain yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bukan? Oleh karena itu, karena cicilan untuk pembelian rumah ini termasuk cicilan yang akan dilakukan dalam waktu yang relatif panjang maka lebih baik Anda melakukan sedikit percobaan untuk menabung sebesar Rp. 1 juta secara rutin untuk 4-5 bulan kedepan. Hal ini diperlukan sebelum untuk melihat apakah Anda benar-benar mampu untuk mengajukan KPR. Jika hal ini bisa dilakukan, itu artinya Anda sudah siap untuk mulai mencicil rumah.

Selain analisa kemampuan untuk mencicil KPR, ada pula yang perlu Anda perhatikan yaitu mengenai besaran dari uang muka atau DP yang biasanya juga dipersyaratkan oleh pihak bank. Untuk itu pihak bank meminta Anda untuk membayar sekitar 20% 30% dari harga rumah yang akan dikredit. Artinya Anda perlu menyiapkan dana juga lumayan besar untuk dijadikan DP sebagai tanda jadi dari pembelian rumah tersebut. Jika hal ini sudah dapat Anda penuhi, maka Anda sudah dapat dikatakan memiliki kemampuan secara finansial untuk mulai mengajukan KPR.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda ketika mencicil rumah:
  1. Mencari bunga ringan
  2. Pilih bank yang sudah Anda kenal
  3. Batasi besaran cicilan Anda
  4. Menilai rumah yang realistis
  5. Teruslah menabung
  6. Biaya administrasi
  7. Membeli kebutuhan awal
  8. Bagi Anda yang sudah menikah, penggabungan penghasilan akan membuat penilaian bank semakin  besar, manfaatkanlah.

Semoga bermanfaat bagi Anda yang mau mencicil rumah, selamat mencoba!


Sumber: rumahku.com
Diedit oleh: D'Pure Village

Hati-Hati! Inilah Penyebab KPR Gagal Disetujui!

Mengajukan KPR memang tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk mengajukan KPR, Anda seringkali harus berurusan dengan pengurusan surat dan administrasi yang begitu banyak dan melelahkan, belum lagi kalau pada akhirnya, pengajuan KPR Anda ditolak mentah-mentah setelah capek menunggu sekian lama kabar dari Bank tersebut. Oleh karena itu, wajarlah jika banyak orang yang stress gara-gara urusan pengajuan KPR ini.

Berikut beberapa kesalahan yang mungkin pernah Anda lakukan sehingga pengajuan KPR Anda ditolak oleh Bank. Waspadai dan simak apakah Anda pernah menjadi orang-orang di bawah ini?

Hanya Mengajukan ke Satu Bank Saja
Banyak orang beranggapan, bahwa mengajukan KPR adalah perkara mudah, sehingga mereka yang tidak mau repot hanya mengajukan KPR ke satu bank saja. Sebaiknya ajukan KPR ke banyak bank sekaligus, supaya waktu Anda tidak terbuang percuma hanya untuk menunggu kabar dari satu bank. Dengan mengajukan KPR ke banyak bank, jika Anda gagal mendapat persetujuan di salah satu bank, masih ada harapan di bank yang lain. Selain itu, mengajukan permohonan ke banyak bank juga menunjukkan keseriusan Anda dalam meminjam uang dengan cepat.

Takut Mengambil Resiko
Memang secara psikologis, banyak orang yang takut mengambil resiko. Begitu juga dengan KPR. Banyak orang yang cari aman dengan meminjam uang dengan nilai paling kecil dan dalam jangka waktu paling pendek. Hal ini justru akan merepotkan diri Anda sendiri. Coba Anda hitung kembali, jika Anda meminjam uang dengan jangka waktu lebih panjang, hal ini justru akan menguntungkan Anda karena harga properti akan terus naik, sedangkan biaya cicilan KPR yang dibebankan pada Anda tidak akan berubah.

Selalu Beranggapan “Berhutang itu Merugikan”
Banyak orang yang menghindari berhutang karena dianggap merugikan. Belum lagi kalau pada saat pembayaran cicilan, kita dibebani oleh bunga. Oleh karena itu banyak orang menghindari berhutang, kecuali di saat benar-benar terdesak, seperti saat tidak memiliki uang, dipecat dari pekerjaan atau bisnisnya jatuh. Sialnya, bank hanya memberikan pinjaman kepada orang yang dianggap mampu membayar cicilan hutang. Jika setelah diselidiki oleh bank, Anda tidak memiliki penghasilan yang bisa dipakai untuk mengembalikan pinjaman, tentunya bank akan menolak pengajuan pinjaman Anda karena dinilai hanya akan merugikan pihak bank.

Menabung Dengan Cara yang Salah
Cukup banyak orang yang baru menyisihkan uang untuk ditabung hanya setelah melakukan pengeluaran bulanan. Dikarenakan jumlah pengeluaran bulanan yang tidak tetap, menyebabkan angka uang tabungan yang masuk juga tidak tetap tergantung sisa uang yang Anda berhasil sisihkan bulan itu. Metode menabung seperti ini sebenarnya kurang tepat, karena bank akan menganggap nilai cash yang masuk setiap bulan ke rekening adalah tidak stabil, sehingga menimbulkan keraguan pihak bank untuk mengabulkan permintaan KPR Anda.

Sumber: kompas.com
 

Standar Pengajuan Kredit Rumah Ke Bank


Persayaratan untuk mendapatkan rumah dengan sistem kredit, masing-masing jenis pekerjaan berbeda untuk pengumpulan datanya. Berikut gambaran singkat perihal dokumen standar yang biasanya harus dilengkapi saat akan pengajuan kredit (kode menunjukan syarat pada tiap status). Karyawan dengan kode “K”, wiraswasta dengan kode “W” dan professional dengan kode “P”.


Dokumen standar terdiri dari :
  1. Fotokopi KTP Suami dan Istri [K][W][P]
  2. Fotokopi Surat Nikah [K][W][P]
  3. Fotokopi Kartu Keluarga [K][W][P]
  4. Fotokopi NPWP [K][W][P]
  5. Rekening Koran atau tabungan bank 3 bulan terakhir [K][W][P]. Tentu hal ini merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh bank di mana gaji atau pendapatan kita disetorkan. Bisa menggunakan beberapa account bank, bila gaji, honor atau pendapatan Anda tersebar ke beberapa bank).
  6. Slip Gaji (3 bulan terakhir) [K]: Dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Bila kita bekerja di banyak tempat sekaligus, mintalah slip gaji ke banyak perusahaan tempat Anda bekerja karena setiap slip gaji ini bisa dihitung total income-nya.
  7. Surat Keterangan Kerja [K] : Surat yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat bekerja. Bisa di tanda tangani oleh otoritas tertinggi atau Kepala Tata Usaha atau Divisi HRD (SDM). Biasanya pihak bank menginginkan jumlah pendapatan bulanan tertera dalam surat keterangan kerja tersebut.
  8. Rekening Koran atau Tabungan Bank Perusahaan (3 bulan terakhir) [W] : Dokumen yang dikeluarkan oleh bank setelah terjadi transaksi perusahaan. Akun bank yang dimaksud biasanya atas nama perushaaan, meskipun memungkinkan juga apabila kita menggunakan akun individu dalam berbisnis.
  9. Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan [W]
  10. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan atau TDP [W]
  11. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP [W]
  12. Laporan Keuangan Perusahaan 1 tahun terakhir [W]
  13. Surat Ijin Praktek dari Institusi Pemerintah Terkait [P]
Setelah dokumen tersebut di atas diserahkan kepada bank, melalui developer atau pengembang perumahan tentunya, pihak bank akan melakukan pengecekan ke Bank Indonesia (BI) berhubungan dengan status Anda (nama Anda). Tentunya kredibilitas keuangan diuji disini. Kredit akan sulit di setujui bila kita memiliki track record buruk di peminjaman bank, kartu kredit, dan sebagainya.  

Setelah itu, pihak bank akan menghubungi kita dan mengabarkan hasil BI checking dengan melakukan konfirmasi dan sedikit interview. Biasanya pihak bank akan meminta tambahan dokumen apabila dirasa masih ada yang kurang dalam pembuktian kekuatan finansial Anda. Seluruh proses pengiriman dokumen bisa menggunakan email (attachment), jadi tidak perlu menggunakan jalur darat (offline) yang menghabiskan waktu. Bantu pula pihak bank mengenai dokumen pelengkap yang diminta. Selalu jujurlah kepada mereka terhadap kemampuan finansial Anda. Dan jalinlah komunikasi dengan pihak bank yang membantu Anda mengurus kredit rumah.

Rule umum untuk jumlah pinjaman yang disetujui bank adalah, apabila kekuatan finansial (pendapatan) bulanan Anda 3X jumlah pembayaran kredit bulanan. Jadi, bila cicilan kredit perbulan Rp 5 juta, itu artinya pendapatan perbulan kita minimalis Rp 15 juta.

Dalam tahap ini, pihak bank akan menghubungi lagi apabila pengajuan kredit diterima. Dan mereka biasanya meminta Anda mengisi formulir persetujuan kredit. Proses terakhir adalah akad kredit. Akad kredit merupakan titik awal dimulainya kredit. Bulan berikutnya, Anda sudah bisa membayar angsuran bulanan. Artinya, Anda sudah bisa mulai menempati rumah, khususnya bila Anda membeli rumah siap huni. 

Dan developer yang baik akan selalu membantu dan menemani Anda.

Semoga bermanfaat!


Sumber: rumahku.com
Diedit oleh: D'Pure Village Project