Friday, October 25, 2013
Wednesday, September 25, 2013
Thursday, August 1, 2013
Tips Sederhana untuk Membuat Dapur Kecil Tampak Luas
Dapur merupakan
ruang yang paling sering digunakan di rumah. Karena kendala ruang yang
terbatas, dapur makin terlihat sempit dan tak jarang berantakan.
Ada kiat untuk membuat dapur kecil terlihat lebih luas dan tetap mudah dibersihkan. Dikutip dari situs homeandproperties.co.uk, kami bagi tipsnya untuk Anda.
Pertama, gunakan lemari penyimpan berwarna putih polos tanpa pegangan (handle), sehingga lemari tersebut menyatu dengan dinding dan menyebarkan cahaya dari luar ke seluruh dapur. Penambahan cermin di pintu lemari akan lebih membuat dapur terkesan lebih luas.
Kedua, lantai yang berpola juga mampu memperbesar proporsi ruangan. Gunakan lantai tegel atau keramik dengan pola standar atau pola hias sesuai keinginan Anda.
Selain membuat ruang terkesan lebih besar, lantai berpola ini sudah memiliki lapisan yang membuatnya mudah dibersihkan dan mampu meredam panas.
Sumber: Rumah.com
Ada kiat untuk membuat dapur kecil terlihat lebih luas dan tetap mudah dibersihkan. Dikutip dari situs homeandproperties.co.uk, kami bagi tipsnya untuk Anda.
Pertama, gunakan lemari penyimpan berwarna putih polos tanpa pegangan (handle), sehingga lemari tersebut menyatu dengan dinding dan menyebarkan cahaya dari luar ke seluruh dapur. Penambahan cermin di pintu lemari akan lebih membuat dapur terkesan lebih luas.
Kedua, lantai yang berpola juga mampu memperbesar proporsi ruangan. Gunakan lantai tegel atau keramik dengan pola standar atau pola hias sesuai keinginan Anda.
Selain membuat ruang terkesan lebih besar, lantai berpola ini sudah memiliki lapisan yang membuatnya mudah dibersihkan dan mampu meredam panas.
Sumber: Rumah.com
Punya Rumah Mungil Ternyata Banyak Untungnya
![]() |
| Ilustrasi |
Hemat Uang
Rumah kecil tidak membutuhkan furnitur yang banyak, karena jika terlalu banyak furnitur, rumah Anda justru akan terlihat sumpek. Dengan tidak banyak membeli furnitur maka Anda dapat menghemat uang.
Bebas Stres
Rumah berukuran kecil bisa menghindarkan rasa stres terutama saat datang waktunya beres-beres dan bersih-bersih rumah. Jika rumah Anda berukuran besar, maka pikiran Anda sudah tersita untuk mengatur waktu kapan gilirannya membersihkan bagian-bagian dari rumah, dan bisa jadi Anda stres duluan sebelum mengerjakannya.
Hemat Energi
Rumah mungil akan membutuhkan listrik dan air yang tidak banyak. Energi Anda ketika membersihkan rumah pun tidak akan terkuras.
Pergi Tanpa Was-was
Keuntungan ini akan sangat terasa khususnya saat Anda mudik lebaran nanti. Anda akan tenang meninggalkan rumah mungil Anda di bawah pengawasan petugas keamanan lingkungan, karena tidak membutuhkan energi yang berlebih dalam mengawasinya.
Memunculkan Kreativitas
Dengan luas ruangan yang terbatas, maka Anda dipaksa untuk menciptakan kreasi unik dan fungsional untuk menciptakan ruangan yang nyaman. Contohnya Anda akan dapat berkreasi membuat tempat penyimpanan alternatif, atau Anda akan berkreasi menciptakan tempat tidur anak yang menyatu dengan meja belajarnya.
Jadi, masih ingin punya rumah megah?
Sumber: Rumah.com
Sunday, May 26, 2013
Strategi Cicil Rumah dengan Gaji Kecil
Memiliki rumah
sendiri merupakan idaman baik Anda yang sudah berkeluarga maupun tidak. Dengan
rumah sendiri, Anda mengurangi ketergantungan Anda dengan orang tua atau
mungkin dengan kerabat Anda juga. Tentu ketika Anda ingin membeli rumah butuh
pengorbanan yang besar. Terutama tentang dana awal dan cicilan tiap bulannya.
Mencicil rumah
tidak harus mempunyai gaji yang besar, namun apabila penghasilan Anda hanya Rp. 3 juta
bukanlah penghasilan yang kecil loh untuk sebagian orang. Dengan penghasilan
sebesar itu sepertinya memungkinkan saja jika Anda berkeinginan untuk
mengkredit rumah. Nah, sekarang berapa besaran nilai rumah yang Anda inginkan?
Dengan asumsi, cicilan per bulannya harus kurang dari Rp 1 juta per bulan. Ini adalah perhitungan kasar saja dimana
memang batas maksimum cicilan yang dapat Anda lakukan adalah sebesar 30 persen
dari besarnya penghasilan yang Anda peroleh setiap bulannya. Kami sarankan kepada Anda untuk mengambil jangka waktu
yang panjang yaitu sekitar 15 tahun agar juga bisa sesuai dengan besarnya
cicilan yang Anda sanggupi.
Dengan penghasilan
yang Anda peroleh selama ini tentunya ada pengeluaran lain yang dipergunakan
untuk memenuhi kebutuhan hidup bukan? Oleh karena itu,
karena cicilan untuk pembelian rumah ini termasuk cicilan yang akan dilakukan
dalam waktu yang relatif panjang maka lebih baik Anda melakukan sedikit
percobaan untuk menabung sebesar Rp. 1 juta
secara rutin untuk 4-5 bulan kedepan. Hal ini diperlukan sebelum untuk melihat
apakah Anda benar-benar mampu untuk mengajukan KPR. Jika hal ini bisa
dilakukan, itu artinya Anda sudah siap untuk mulai mencicil rumah.
Selain analisa
kemampuan untuk mencicil KPR, ada pula yang perlu Anda perhatikan yaitu
mengenai besaran dari uang muka atau DP yang biasanya juga dipersyaratkan oleh
pihak bank. Untuk itu pihak bank meminta Anda untuk membayar sekitar 20% – 30% dari
harga rumah yang akan dikredit. Artinya Anda perlu menyiapkan dana juga lumayan
besar untuk dijadikan DP sebagai tanda jadi dari pembelian rumah tersebut. Jika
hal ini sudah dapat Anda penuhi, maka Anda sudah dapat dikatakan memiliki
kemampuan secara finansial untuk mulai mengajukan KPR.
Berikut beberapa
tips yang dapat membantu Anda ketika mencicil rumah:
- Mencari bunga ringan
- Pilih bank yang sudah Anda kenal
- Batasi besaran cicilan Anda
- Menilai rumah yang realistis
- Teruslah menabung
- Biaya administrasi
- Membeli kebutuhan awal
- Bagi Anda yang sudah menikah, penggabungan penghasilan akan membuat penilaian bank semakin besar, manfaatkanlah.
Semoga bermanfaat
bagi Anda yang mau mencicil rumah, selamat mencoba!
Sumber:
rumahku.com
Diedit oleh: D'Pure Village
Diedit oleh: D'Pure Village
Hati-Hati! Inilah Penyebab KPR Gagal Disetujui!
Mengajukan
KPR memang tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk mengajukan KPR,
Anda seringkali harus berurusan dengan pengurusan surat dan
administrasi yang begitu banyak dan melelahkan, belum lagi kalau pada
akhirnya, pengajuan KPR Anda ditolak mentah-mentah setelah capek
menunggu sekian lama kabar dari Bank tersebut. Oleh karena itu, wajarlah
jika banyak orang yang stress gara-gara urusan pengajuan KPR ini.
Berikut
beberapa kesalahan yang mungkin pernah Anda lakukan sehingga pengajuan
KPR Anda ditolak oleh Bank. Waspadai dan simak apakah Anda pernah
menjadi orang-orang di bawah ini?
Hanya Mengajukan ke Satu Bank Saja
Banyak
orang beranggapan, bahwa mengajukan KPR adalah perkara mudah, sehingga
mereka yang tidak mau repot hanya mengajukan KPR ke satu bank saja.
Sebaiknya ajukan KPR ke banyak bank sekaligus, supaya waktu Anda tidak
terbuang percuma hanya untuk menunggu kabar dari satu bank. Dengan
mengajukan KPR ke banyak bank, jika Anda gagal mendapat persetujuan di
salah satu bank, masih ada harapan di bank yang lain. Selain itu,
mengajukan permohonan ke banyak bank juga menunjukkan keseriusan Anda
dalam meminjam uang dengan cepat.
Takut Mengambil Resiko
Memang
secara psikologis, banyak orang yang takut mengambil resiko. Begitu
juga dengan KPR. Banyak orang yang cari aman dengan meminjam uang dengan
nilai paling kecil dan dalam jangka waktu paling pendek. Hal ini justru
akan merepotkan diri Anda sendiri. Coba Anda hitung kembali, jika Anda
meminjam uang dengan jangka waktu lebih panjang, hal ini justru akan
menguntungkan Anda karena harga properti akan terus naik, sedangkan
biaya cicilan KPR yang dibebankan pada Anda tidak akan berubah.
Selalu Beranggapan “Berhutang itu Merugikan”
Banyak
orang yang menghindari berhutang karena dianggap merugikan. Belum lagi
kalau pada saat pembayaran cicilan, kita dibebani oleh bunga. Oleh
karena itu banyak orang menghindari berhutang, kecuali di saat
benar-benar terdesak, seperti saat tidak memiliki uang, dipecat dari
pekerjaan atau bisnisnya jatuh. Sialnya, bank hanya memberikan pinjaman
kepada orang yang dianggap mampu membayar cicilan hutang. Jika setelah
diselidiki oleh bank, Anda tidak memiliki penghasilan yang bisa dipakai
untuk mengembalikan pinjaman, tentunya bank akan menolak pengajuan
pinjaman Anda karena dinilai hanya akan merugikan pihak bank.
Menabung Dengan Cara yang Salah
Cukup
banyak orang yang baru menyisihkan uang untuk ditabung hanya setelah
melakukan pengeluaran bulanan. Dikarenakan jumlah pengeluaran bulanan
yang tidak tetap, menyebabkan angka uang tabungan yang masuk juga tidak
tetap tergantung sisa uang yang Anda berhasil sisihkan bulan itu. Metode
menabung seperti ini sebenarnya kurang tepat, karena bank akan
menganggap nilai cash yang masuk setiap bulan ke rekening
adalah tidak stabil, sehingga menimbulkan keraguan pihak bank untuk
mengabulkan permintaan KPR Anda.
Sumber: kompas.com
Standar Pengajuan Kredit Rumah Ke Bank
Persayaratan
untuk mendapatkan rumah dengan sistem kredit, masing-masing jenis
pekerjaan berbeda untuk pengumpulan datanya. Berikut gambaran singkat perihal dokumen standar yang biasanya harus dilengkapi saat
akan pengajuan kredit (kode menunjukan syarat pada tiap status).
Karyawan dengan kode “K”, wiraswasta dengan kode “W” dan professional
dengan kode “P”.
Dokumen standar terdiri dari :
- Fotokopi KTP Suami dan Istri [K][W][P]
- Fotokopi Surat Nikah [K][W][P]
- Fotokopi Kartu Keluarga [K][W][P]
- Fotokopi NPWP [K][W][P]
- Rekening Koran atau tabungan bank 3 bulan terakhir [K][W][P]. Tentu hal ini merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh bank di mana gaji atau pendapatan kita disetorkan. Bisa menggunakan beberapa account bank, bila gaji, honor atau pendapatan Anda tersebar ke beberapa bank).
- Slip Gaji (3 bulan terakhir) [K]: Dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Bila kita bekerja di banyak tempat sekaligus, mintalah slip gaji ke banyak perusahaan tempat Anda bekerja karena setiap slip gaji ini bisa dihitung total income-nya.
- Surat Keterangan Kerja [K] : Surat yang dikeluarkan oleh perusahaan tempat bekerja. Bisa di tanda tangani oleh otoritas tertinggi atau Kepala Tata Usaha atau Divisi HRD (SDM). Biasanya pihak bank menginginkan jumlah pendapatan bulanan tertera dalam surat keterangan kerja tersebut.
- Rekening Koran atau Tabungan Bank Perusahaan (3 bulan terakhir) [W] : Dokumen yang dikeluarkan oleh bank setelah terjadi transaksi perusahaan. Akun bank yang dimaksud biasanya atas nama perushaaan, meskipun memungkinkan juga apabila kita menggunakan akun individu dalam berbisnis.
- Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan [W]
- Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan atau TDP [W]
- Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP [W]
- Laporan Keuangan Perusahaan 1 tahun terakhir [W]
- Surat Ijin Praktek dari Institusi Pemerintah Terkait [P]
Setelah
dokumen tersebut di atas diserahkan kepada bank, melalui developer atau
pengembang perumahan tentunya, pihak bank akan melakukan pengecekan ke
Bank Indonesia (BI) berhubungan dengan status Anda (nama Anda). Tentunya
kredibilitas keuangan diuji disini. Kredit akan sulit di setujui bila
kita memiliki track record buruk di peminjaman bank, kartu kredit, dan sebagainya.
Setelah itu, pihak bank akan menghubungi kita dan mengabarkan hasil BI checking dengan melakukan konfirmasi dan sedikit interview. Biasanya pihak bank akan meminta tambahan dokumen
apabila dirasa masih ada yang kurang dalam pembuktian kekuatan
finansial Anda. Seluruh proses pengiriman dokumen bisa menggunakan email
(attachment), jadi tidak perlu menggunakan jalur darat (offline)
yang menghabiskan waktu. Bantu pula pihak bank mengenai dokumen
pelengkap yang diminta. Selalu jujurlah kepada mereka terhadap kemampuan
finansial Anda. Dan jalinlah komunikasi dengan pihak bank yang membantu
Anda mengurus kredit rumah.
Rule umum untuk jumlah pinjaman yang disetujui bank adalah, apabila kekuatan finansial (pendapatan) bulanan Anda 3X jumlah pembayaran kredit bulanan. Jadi, bila cicilan kredit perbulan Rp 5 juta, itu artinya pendapatan perbulan kita minimalis Rp 15 juta.
Dalam
tahap ini, pihak bank akan menghubungi lagi apabila pengajuan kredit
diterima. Dan mereka biasanya meminta Anda mengisi formulir persetujuan
kredit. Proses terakhir adalah akad kredit. Akad kredit merupakan titik
awal dimulainya kredit. Bulan berikutnya, Anda sudah bisa membayar
angsuran bulanan. Artinya, Anda sudah bisa mulai menempati rumah,
khususnya bila Anda membeli rumah siap huni.
Dan developer yang baik akan selalu membantu dan menemani Anda.
Semoga bermanfaat!
Dan developer yang baik akan selalu membantu dan menemani Anda.
Semoga bermanfaat!
Sumber: rumahku.com
Diedit oleh: D'Pure Village Project
Subscribe to:
Posts (Atom)





