Wednesday, January 15, 2014
Memiliki Rumah Sendiri di Usia Muda
Memiliki rumah sendiri di usia muda merupakan impian setiap orang, betul tidak?
Impian ini harus dan bisa diwujudkan, syarat utamanya tentu saja niat yang kuat, mulailah hidup cermat dan hemat, rajinlah menabung sekarang juga. Jangan lupa tetapkan budget dan deadline yang kira-kira masuk akal. Jika penghasilan dari tempat bekerja kita dirasa kurang mencukupi jangan ragu dan malu untuk mencari penghasilan tambahan selama itu halal dan tidak melanggar hukum yang berlaku.
Kenapa impian ini harus diwujudkan?
Pertama, tentunya dengan memiliki rumah sendiri kita tidak perlu merepotkan orang tua lagi, jika kita memiliki penghasilan sendiri sudah kewajiban kita untuk mengurangi beban mereka dan hidup lebih mandiri.
Kedua, dengan memiliki rumah sendiri hidup kita akan lebih bebas. Bebas di sini bukan berarti negative, melainkan kita dapat menata ruang di rumah sesuai dengan keinginan kita sendiri, bebas beraktivitas tanpa menggangu orang lain, serta dapat mengatur segala sesuatunya dengan lebih mandiri.
Ketiga, memiliki rumah sendiri juga merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita, dan tentunya bagi orang tua. Apalagi rumah yang kita miliki sekarang merupakan hasil jerih payah kita sendiri.
Sebagai tambahan, semakin lama kita menunda punya rumah sendiri, semakin besar biaya yang kita keluarkan untuk membelinya kelak. Selamat berjuang..!
Sumber: Berbagai Sumber
Monday, January 13, 2014
Bangun Rumah di Musim Hujan, Sah-Sah Saja.
Memasuki musim hujan, banyak
hal yang harus diperhatikan soal rumah. Mulai dari urusan banjir, atap bocor,
hingga bersih-bersih selokan.
Namun, bagaimana jika permasalahannya adalah kita baru saja ingin membangun rumah impian saat musim hujan tiba. Tak mudah memang, sebab harus pandai membagi waktu dan melihat kondisi saat membangun rumah.
Arsitek Nirwono Joga mengatakan, kita harus pintar-pintar mengatur waktu dan membaca kondisi cuaca agar pekerjaan pembangunan rumah ini bisa terus berjalan.
"Jika ingin membangun rumah pada musim hujan, yang paling penting yang harus Anda ingat adalah Anda harus mampu 'membaca' kondisi cuaca," katanya kepada Okezone.
Namun, bagaimana jika permasalahannya adalah kita baru saja ingin membangun rumah impian saat musim hujan tiba. Tak mudah memang, sebab harus pandai membagi waktu dan melihat kondisi saat membangun rumah.
Arsitek Nirwono Joga mengatakan, kita harus pintar-pintar mengatur waktu dan membaca kondisi cuaca agar pekerjaan pembangunan rumah ini bisa terus berjalan.
"Jika ingin membangun rumah pada musim hujan, yang paling penting yang harus Anda ingat adalah Anda harus mampu 'membaca' kondisi cuaca," katanya kepada Okezone.
Ada beberapa jadwal kerja yang memang harus diubah di musim penghujan seperti saat ini. Misalnya, jika hujan lebih sering turun pada sore hingga malam hari, kita bisa mengerjakan pondasi pembangunan pada pagi hingga siang hari.
"Pekerjaan yang bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari itu seperti penyemenan dan pemasangan batu bata. Karena memang membutuhkan cahaya supaya cepat kering," imbuhnya.
Jika proses pembangunan rumah kita sudah pada tahap pengecatan, sebaiknya proses pengecatan juga kita lakukan pada pagi hingga siang hari. Karena cat juga membutuhkan cahaya matahari untuk mempercepat proses pengeringan.
"Namun sebaiknya menurut saya jika Anda membangun rumah pada musim hujan, pilihlah material yang cepat kering. Misalnya seperti semen dan cat yang cepat kering. Dengan begitu Anda bisa menghemat waktu dan bisa meneruskan pekerjaan pembangunan yang lain", ujarnya.
Jika cuaca sudah mulai mendung bukan berarti kita harus menghentikan pembangunan. Kita bisa mengerjakan pembangunan lainnya di bagian dalam ruangan. Pembangunan pada musim hujan memang tidak seefektif pada musim kemarau.
"Intinya bagaimana memanajemen waktu konstruksi dengan baik, dan menyiasati kondisi alam. Mana pekerjaan mana yang bisa didahulukan itu yang dikerjakan lebih dulu," tandasnya.
(sumber: properti.okezone.com)
1. Tempatkanlah material atau bahan bangunan yang rentan
terhadap air hujan pada tempat yang aman
Bahan
bangunan seperti pasir, kayu, dan semen adalah contoh bahan bangunan yang
rentan terhadap air hujan. Pasir jika terkena air hujan akan dapat terbawa
aliran air karena bobot butirannya yang ringan. Semen jika terkena air hujan
atau berada di tempat yang lembab akan dapat mengeras dan membatu sehingga akan
dapat mengurangi kualitas adukan yang dihasilkan. Sedangkan kayu jika terkena
air hujan akan menjadi mudah lapuk dan rusak. Oleh karena itu tempatkanlah
bahan-bahan tersebut pada tempat yang aman dari guyuran air hujan, kita juga
dapat memakai plastik yang lebar atau terpal untuk menutupinya.
2. Jangan tergesa-gesa dalam menyelesaikan proses
pembangunan rumah
Jika
pada saat musim hujan tiba maka tidak bisa kita pungkiri bahwa seolah-olah kita
diharuskan untuk bisa berpacu dengan waktu untuk dapat menyelesaikan proses
pembangunan rumah. Hal ini akan dapat mengakibatkan kualitas pengerjaan
pembangunan rumah menjadi kurang bagus. Misalnya saja adalah pondasi bangunan
yang kurang kuat yang ditandai dengan adanya keretakan pada dinding. Maka dari
itu meskipun proses pembangunan dilakukan saat musim hujan usahakan untuk tidak
tergesa-gesa dalam menyelesaikannya.
3. Pasanglah atap sementara untuk pengamanan kelancaran
proses pembangunan rumah
Dengan
memasang atap sementara atau dengan menggunakan penutup dari terpal akan
membantu kita untuk melindungi keamanan kelancaran proses pembangunan rumah, terlebih untuk bagian yang berada di lokasi atau area yang
terbuka, misalnya saja septic tank dan galian pondasi. Selain itu pasanglah
juga atap penutup pada proses penataan dinding, dengan menggunakan penutup
tersebut akan membuat dinding menjadi lebih cepat kering sehingga kita pun
dapat melanjutkan proses pembangunan selanjutnya.
Nah itulah beberapa tips
membangun rumah di musim penghujan yang dapat kita lakukan. Jika kita
perhatikan tips-tips tersebut, untuk membangun rumah di musim penghujan, siapa
takut!
(sumber: galmasciptagraha.com)
Tuesday, December 31, 2013
Friday, October 25, 2013
Wednesday, September 25, 2013
Thursday, August 1, 2013
Tips Sederhana untuk Membuat Dapur Kecil Tampak Luas
Dapur merupakan
ruang yang paling sering digunakan di rumah. Karena kendala ruang yang
terbatas, dapur makin terlihat sempit dan tak jarang berantakan.
Ada kiat untuk membuat dapur kecil terlihat lebih luas dan tetap mudah dibersihkan. Dikutip dari situs homeandproperties.co.uk, kami bagi tipsnya untuk Anda.
Pertama, gunakan lemari penyimpan berwarna putih polos tanpa pegangan (handle), sehingga lemari tersebut menyatu dengan dinding dan menyebarkan cahaya dari luar ke seluruh dapur. Penambahan cermin di pintu lemari akan lebih membuat dapur terkesan lebih luas.
Kedua, lantai yang berpola juga mampu memperbesar proporsi ruangan. Gunakan lantai tegel atau keramik dengan pola standar atau pola hias sesuai keinginan Anda.
Selain membuat ruang terkesan lebih besar, lantai berpola ini sudah memiliki lapisan yang membuatnya mudah dibersihkan dan mampu meredam panas.
Sumber: Rumah.com
Ada kiat untuk membuat dapur kecil terlihat lebih luas dan tetap mudah dibersihkan. Dikutip dari situs homeandproperties.co.uk, kami bagi tipsnya untuk Anda.
Pertama, gunakan lemari penyimpan berwarna putih polos tanpa pegangan (handle), sehingga lemari tersebut menyatu dengan dinding dan menyebarkan cahaya dari luar ke seluruh dapur. Penambahan cermin di pintu lemari akan lebih membuat dapur terkesan lebih luas.
Kedua, lantai yang berpola juga mampu memperbesar proporsi ruangan. Gunakan lantai tegel atau keramik dengan pola standar atau pola hias sesuai keinginan Anda.
Selain membuat ruang terkesan lebih besar, lantai berpola ini sudah memiliki lapisan yang membuatnya mudah dibersihkan dan mampu meredam panas.
Sumber: Rumah.com
Punya Rumah Mungil Ternyata Banyak Untungnya
![]() |
| Ilustrasi |
Hemat Uang
Rumah kecil tidak membutuhkan furnitur yang banyak, karena jika terlalu banyak furnitur, rumah Anda justru akan terlihat sumpek. Dengan tidak banyak membeli furnitur maka Anda dapat menghemat uang.
Bebas Stres
Rumah berukuran kecil bisa menghindarkan rasa stres terutama saat datang waktunya beres-beres dan bersih-bersih rumah. Jika rumah Anda berukuran besar, maka pikiran Anda sudah tersita untuk mengatur waktu kapan gilirannya membersihkan bagian-bagian dari rumah, dan bisa jadi Anda stres duluan sebelum mengerjakannya.
Hemat Energi
Rumah mungil akan membutuhkan listrik dan air yang tidak banyak. Energi Anda ketika membersihkan rumah pun tidak akan terkuras.
Pergi Tanpa Was-was
Keuntungan ini akan sangat terasa khususnya saat Anda mudik lebaran nanti. Anda akan tenang meninggalkan rumah mungil Anda di bawah pengawasan petugas keamanan lingkungan, karena tidak membutuhkan energi yang berlebih dalam mengawasinya.
Memunculkan Kreativitas
Dengan luas ruangan yang terbatas, maka Anda dipaksa untuk menciptakan kreasi unik dan fungsional untuk menciptakan ruangan yang nyaman. Contohnya Anda akan dapat berkreasi membuat tempat penyimpanan alternatif, atau Anda akan berkreasi menciptakan tempat tidur anak yang menyatu dengan meja belajarnya.
Jadi, masih ingin punya rumah megah?
Sumber: Rumah.com
Subscribe to:
Posts (Atom)






